Sabtu, 05 November 2016

HUP 6

Kenapa?

Satu kata itu yang terus berulang dalam kepala kecil ku saat satu nama muncul.
Sungguh, rasanya kosong.. hampa.. tidak tahu apa yang sebenarnya.
Tapi satu nama itu masih terus memiliki efek buruk bagi ku.. bagi hidup ku.

Seharusnya aku melupakannya, tapi apa yang sebenarnya harus aku lupakan.
Aku sendiri bahkan tak pernah yakin apa yang ku rasakan untuknya.
Bicara dengan dirinya pun sudah tidak lagi sejak 7 tahun yang lalu.
Jadi apa yang harus aku lupakan dari dirinya?

Tapi aku juga ingin merasakan perasaan itu lagi.
Rasa bahagia saat menyukai seseorang.
Rasa bahagia saat mencintai dan dicintai seseorang.
Rasa saat degup jantung berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat, mendengar atau hanya dengan membayangkan sosok seseorang.
Rasa yang penuh dengan warna, bukan hanya hitam dan putih.

Aku ingin merasakan perasaan itu lagi.
Bukan lagi hanya untuk sementara, tapi untuk selamanya.
Merasakan rasa cinta yang tulus, jujur dan yang sesungguhnya.
Rasa yang saling menerima dan melengkapi. Bukan sekadar rasa untuk menuntut.
Rasa cinta yang memang hanya untuk satu nama dan sampai nanti waktu ku habis berada di dunia ini.

Sungguh, aku ingin merasakan itu lagi. Seperti mereka yang telah menemukan sebagian jiwa mereka yang ada dalam sosok lain.
Menjalani hidup yang baru setiap detiknya dengan begitu banyak warna.

Kalau dikatakan aku iri dengan mereka.
Dengan kekuatan penuh, aku akan berteriak mengiyakan.

Tapi aku pun tak punya hak untuk berfikir hidup ku tak berarti atau bahkan tak bahagia.
Aku bahagia dengan hidup ku saat ini.
Aku bahagia memiliki keluarga yang begitu menyayangi diriku tanpa cela.
Aku bahagia memiliki sahabat yang bisa menjadi begitu bodoh ketika bersama.

Tapi masih ada celah kosong yang semakin hari semakin terasa begitu nyata.
Bahkan aku sendiri pun tak tahu bagaimana mengisinya.

Tempat itu...
Ruang itu...
Hampa...
Hanya kosong.

✩✩✩

By. Siska Damast
161105
🌹🌹🌹



Minggu, 30 Oktober 2016

HUP 5

Pertanyaan-pertanyaan yang untuk kesekian kalinya, kembali menghampiri sudut terdalam hati dan fikiran saya. Mengusik segala ketenangan yang susah payah terbangun dalam kurun waktu lama.

Entah mengapa pertanyaan itu semakin terasa menyesakkan beberapa waktu terakhir ini. Saya sendiri tak yakin paham dengan alasannya. Tapi rasa sesak itu memang nyata, bahkan terasa begitu jelas.

※※   ※※   ※※   ※※   ※※   ※※   ※※   ※※

Hai kamu yang berada disana..
Sampai kapan kamu bersembunyi,
Aku masih terus berdiri disini,
Menunggu kehadiran mu setiap detik waktu berlalu,
Kapan kamu datang dan mengulurkan tangan mu kepada ku?
Sungguh, rasanya semakin letih untuk terus berdiam disini menunggu mu,
Tapi tak mampu juga untuk beranjak pergi,

Hai, kamu yang diciptakan Pemilik Alam Semesta untuk kehidupan ku di masa depan..
Masih belum bisakah dirimu mengenali aku?
Masih terlalu jauh kah jarak yang terbentang antara kita, hingga membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa bertemu?
Atau kah diri mu masih tersesat dalam jerat yang lain?

Bisakah kau lepas jika sedang berada dalam jerat lain?
Bisakah kau memberitahu padaku dimana keberadaan mu?
Membiarkan aku ikut berjalan mendekat ke arah mu,
Hingga waktu yang harus kamu tempuh sedikit berkurang.
Bisakah?

✩✩✩

By. Siska Damast
161030
🌹🌹🌹

Jumat, 21 Oktober 2016

HUP 3

Akhirnya aku berhasil meredakan sedikit rasa takut itu. Perasaan takut yang timbul karena kecelakaan 10 tahun yang lalu. Kecelakaan yang tidak akan pernah bisa terlupakan selama sisa hidupku.

4 hari ini, aku harus menahan perasaan takut itu demi bisa terus bekerja. Ya, perjalanan menuju tempat kerja baru yang mengharuskan aku melewati jalan tol. Hari pertama aku hampir menyerah begitu saja.

Bukan karena aku tidak ingin melawan rasa takut itu. Tapi reaksi tubuhku begitu jauh terbalik dengan apa yang otakku katakan. Aku selalu berusaha mencoba untuk tenang dan mengatakan kalau aku bisa melewati ketakutan itu.

Tapi reaksi tubuh ku selalu saja sama setiap waktunya. Jantung yang berdetak lima kali lebih cepat, keringat dingin, juga kilasan rinci kecelakaan 10 tahun lalu terus membayang di kepalaku.

Semua perasaan takut itu terasa begitu menyakitkan dan melelahkan bagiku. Tapi aku tidak mungkin mengatakan menyerah. Dan ya, aku harus mengucap syukur kali ini. Aku masih bertahan sampai di perjalanan pulang terakhir kemarin.

Sekarang, setidaknya aku bisa menangkan diri kembali selama libur. Sebelum nanti kembali lagi menekan dan melawan perasaan takut itu lagi. Dan aku berharap, aku bisa benar-benar berhasil melalui ketakutan yang terus membayangi diriku selama 10 tahun terakhir ini. Aku benar-benar berharap untuk itu.

✩✩✩

By. Siska Damast
161022
🌹🌹🌹

Kamis, 20 Oktober 2016

HUP 2

Selesai baca novel karya Sofi Meloni yang berjudul 'Peek A Boo, Love'.

Karya yang cukup ampuh untuk membuat hati terdalam siska tergelitik untuk menyuarakan beberapa pertanyaan pada diri sendiri, seperti...

"Kapan terakhir kalinya aku merasakan  berbagai macam rasa itu hanya karena mencintai seseorang?"

"Mungkinkah aku bisa menemukan seseorang yang bisa saling mengerti satu sama lain seperti Sam dan Lulu dalam cerita tersebut?"

Hm.. detik ini saat aku menuliskan tulisan singkat ini.. hanya kata 'tidak tahu' yang terlintas keluar dari kepala juga hatiku.

Selebihnya hanya harapan kalau tidak lama lagi aku bisa mengatakan, "akhirnya aku menemukan seseorang spesial yang bisa dijadikan tempat untuk saling berbagi rasa selama sisa hidup ku, sama seperti Lulu yang akhirnya bertemu dengan Sam." 

✩✩✩

By. Siska Damast
161020
🌹🌹🌹

Kamis, 13 Oktober 2016

HUP 1

Selamat Siang,

Ah, ini hanya sekedar tulisan-tulisan abstrak seorang siska damast tentang hari-harinya. 
Apa yang dilakukan, dilihat, dirasa, dipikirkan, dan juga di mimpikan. 
Aku rasa tidak akan cukup banyak tulisan disini. 
Mungkin sekedar rutinitas biasa seperti kebanyakan orang. 
Tapi aku rasa, aku tetap ingin menulisnya disini. 
Bukan karena apa, aku hanya ingin terus bercerita. 
Membuat kenangan tentang apa yang pernah aku ketahui dalam hidup ku. 
Mungkin agak terlambat, karena banyak tulisan tangan ku yang terbuang begitu saja. 
Tapi mulai sekarang, aku akan coba menuliskan nya kembali di sini. 

Baiklah, sepertinya hanya cukup itu saja dulu. 
Nanti malam, akan aku coba untuk menuliskan kejadian apa saja yang ku alami hari ini. 

Tetap Semangat !! 
^,^)/" 

By. Siska Damast 
🌹🌹🌹 
(bunga_mawar)